Skip to Content
Loading...
Chat now
Chat now
Online
Hello, 👋
how may we assist you?

Generasi Tanpa Narkoba: Menumbuhkan Kesadaran, Membangun Masa Depan


Kamis, 13/08/2026, SMA Regina Caeli menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor.  Pada sosialisasi ini, tema yang diangkat oleh narasumber adalah “Generasi Sanggup Tanpa Narkoba”. Tema tersebut menjadi bagian dari upaya membekali para murid dengan pengetahuan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga diri dan lingkungan dari pengaruh narkoba.

Kegiatan diawali dengan berkumpulnya murid di lapangan, kemudian dilanjut dengan doa pembuka, menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, dan pemberian sambutan oleh Kepala Sekolah. Para murid mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusiasme sembari mendengarkan pemaparan dari Kak Triya selaku narasumber. Melalui penyampaian yang edukatif, murid diajak untuk memahami pentingnya menjaga diri dengan mengenali jenis-jenis narkoba dan risiko yang didapat oleh pengguna narkoba. 

Pada awal penyampaian materi, Kak Triya memberi pemantik dengan meminta salah satu murid untuk membaca sebuah kutipan terkenal dari Ir. Soekarno, yaitu “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Lewat kutipan tersebut, murid diajak untuk memahami Indonesia Emas 2045 tidak dapat terwujud tanpa generasi yang unggul dan bebas narkoba. 

Berdasarkan data yang disampaikan narasumber, narkoba menjadi salah satu tantangan kenakalan remaja yang paling banyak dilakukan, dengan total 331 juta remaja pemakai narkoba di tahun 2024. Narasumber juga menyampaikan terdapat 4,15 juta orang Indonesia berumur 15–64 tahun pernah mencoba narkoba, dengan persentase sekitar 2,11%. 

Kebanyakan orang menilai narkoba hanya membahas ganja dan sabu. Tetapi hari ini, murid SMA Regina Caeli diajak untuk memahami narkoba dengan lebih dalam. Mulai dari narkoba yang terdiri atas narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya, hingga contohnya seperti magic mushroom (narkotika alami) dan alkohol (bahan adiktif lainnya). Narkoba juga terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan efeknya, yaitu berupa stimulan, depresan, dan halusinogen. Tidak hanya berdasarkan efeknya, narkoba juga terbagi menjadi tiga golongan. 

Terdapat Golongan 1 yang memiliki risiko ketergantungan sangat tinggi dan hanya boleh digunakan untuk penelitian, seperti ganja. Kemudian Golongan 2 yang memiliki risiko ketergantungan tinggi seperti morphine, serta Golongan 3 yang memiliki risiko ketergantungan rendah.

 

Selain membahas narkoba yang paling umum, seperti ganja, narasumber membahas salah satu trend berbahaya berupa vape yang mengandung narkoba. Materi ini juga menjadi salah satu pemaparan utama karena vape sering digunakan oleh remaja di tingkat SMA. Narasumber menyampaikan vape adalah titik awal yang membuka gerbang bagi remaja untuk menuju ketergantungan narkoba. Maka dari itu, kegiatan sosialisasi hari ini sangatlah penting untuk membangun kesadaran murid SMA Regina Caeli terhadap bahaya narkoba bagi diri sendiri dan orang di sekitar. 

Sebelum menutup rangkaian kegiatan, terdapat dua murid yang memberikan pertanyaan kepada narasumber terkait penjualan ganja pada makanan dan bahaya vape. Setelah narasumber menjawab pertanyaan tersebut, kegiatan sosialisasi ditutup dengan doa dan diakhiri dengan foto bersama. Melalui sosialisasi yang telah dilaksanakan, diharapkan murid SMA Regina Caeli dapat lebih memahami pentingnya menjaga diri dari narkoba untuk membangun masa depan yang gemilang.

Kontributor: Anabelle (Murid Kelas 10 SMA Regina Caeli)





Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?