Skip to Content
Loading...
Chat now
Chat now
Online
Hello, 👋
how may we assist you?

Motivation Day 1 Menemukan Arah, Mempersiapkan Masa Depan

Rabu, 26/08/2026 – Pagi dimulai dengan menyanyikan lagu

Indonesia Raya, doa, dan rutinitas Sekolah. Namun ada yang berbeda hari ini. Kami murid kelas 12, tidak mengikuti pembelajaran seperti biasa. Kami akan memulai hari pertama dari tiga hari Motivation Day dengan satu hal yang terus berada di benak kami: apa yang akan kami lakukan setelah SMA?

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Mam Ririn, selaku Kepala SMA Regina Caeli. Beliau mengajak kami untuk kembali memikirkan hal yang menjadi motivasi kami selama bersekolah dan hal yang ingin kami lakukan setelah lulus nanti. Pengalaman para alumni juga menjadi gambaran bahwa perjalanan setelah SMA tidak selalu berjalan sesuai rencana. Bukan untuk membuat kami khawatir, melainkan justru agar kami lebih siap menghadapi yang ada di depan.

Kami, kemudian memulai kegiatan dengan menulis surat anonim untuk teman yang telah ditentukan. Isi surat baru diketahui ketika dibacakan. Meskipun terlihat sederhana, kegiatan ini cukup menarik karena kami bisa mengetahui bagaimana teman melihat diri kami sebagai sesuatu yang mungkin tidak selalu kami dengar secara langsung. 

Setelah itu, kami dibagi ke dalam beberapa kelompok yang akan bersama-sama selama rangkaian Motivation Day. Setiap kelompok mendapat tantangan untuk membuat yel-yel sendiri. Suasana mulai terasa lebih ramai dan santai sebelum kami beralih ke sesi berikutnya bersama BINUS University.

Dalam Career Day ini, kami diperkenalkan dengan berbagai bidang, mulai dari Business Management dan Digital Business Innovation hingga Software Engineering, Computer Science, dan Artificial Intelligence. Salah satu pembahasan yang cukup menarik adalah mengenai AI. Kami diajak melihat bahwa AI tidak selalu berarti menggantikan manusia. Sebaliknya, AI dapat membantu memperluas kemampuan manusia. Pekerjaan yang bersifat repetitif mungkin akan semakin banyak dilakukan oleh AI, sementara manusia dapat lebih berfokus pada kreativitas, pemikiran kritis, dan kemampuan memecahkan masalah.

Pada sesi Software Engineering, kami juga mendapat gambaran bahwa dunia software ternyata tidak hanya tentang coding. Ada proses merancang, mengembangkan, menguji, hingga memperbaiki software agar dapat menyelesaikan berbagai kebutuhan. Kami bahkan mendapat kesempatan mencoba membuat program sederhana menggunakan C++, sehingga apa yang dijelaskan tidak hanya berhenti sebagai teori.

Setelah mendapat gambaran mengenai dunia perkuliahan dari BINUS, kami kemudian mendengar pengalaman langsung dari alumni. Kak Theo, alumni SMA Regina Caeli yang kini berkuliah di BINUS jurusan Computer Science sekaligus menjadi asisten dosen, membagikan pengalamannya memasuki dunia kuliah.

Dari ceritanya, kami mengetahui ritme perkuliahan bisa jauh berbeda dari SMA. Materi bergerak lebih cepat dan mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri. Karena itu, time management menjadi salah satu hal penting yang perlu ditekankan. Ia juga menceritakan pengalamannya menjadi asisten dosen, mengikuti lomba, hingga menjalani magang.

Dari sini, kami bisa melihat kuliah bukan hanya tentang mengikuti kelas dan mengerjakan tugas, melainkan juga tentang bagaimana memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada.

Sharing berikutnya datang dari Kak Jeri, alumni SMA Regina Caeli yang telah menyelesaikan studi Antropologi Sosial di Universitas Indonesia. Perjalanannya menjadi salah satu cerita yang cukup menarik karena tidak semuanya berjalan sesuai rencana. Ia sempat mengalami penolakan sebelum akhirnya diterima di UI, bahkan di jurusan yang awalnya bukan pilihan utamanya.

Dari pengalamannya, Kak Jeri menunjukkan jalan menuju masa depan tidak selalu harus sesuai dengan rencana awal. Ia juga membandingkan kehidupan SMA dan kuliah, terutama dalam hal belajar dan mengatur waktu. Jika di SMA banyak hal masih diarahkan oleh guru, di perkuliahan mahasiswa harus lebih mandiri dalam mencari materi, memahami apa yang perlu dipelajari, dan menentukan prioritas sendiri.

Namun, sharing Kak Jeri tidak hanya membahas akademik. Ia juga berbicara mengenai pentingnya aktif mengambil kesempatan tanpa melupakan diri sendiri. Berani mengambil inisiatif, memilih lingkungan yang tepat, tahu kapan harus berkata tidak, dan tetap memberikan waktu untuk beristirahat menjadi beberapa hal yang ia tekankan. Ia juga membagikan empat nilai yang menurutnya penting untuk terus dibawa: curiosity, courage, initiative, dan trust.

Sesi tanya jawab dibuka karena ada banyak pertanyaan muncul dari kami. Mulai dari keraguan memilih jurusan, pengalaman mengambil risiko, hingga bagaimana menjalani berbagai kegiatan di luar akademik. Karena jawaban yang diberikan berasal dari pengalaman mereka sendiri, cerita yang disampaikan terasa lebih dekat dan mudah dibayangkan.

Menjelang akhir kegiatan, Ganesha Operation memberikan sosialisasi persiapan masuk perguruan tinggi. Kami diingatkan bahwa persaingan masuk PTN membutuhkan persiapan yang matang dan tidak bisa dilakukan secara mendadak. Setelah itu, kami mendapat informasi mengenai kegiatan dan perlengkapan yang perlu dipersiapkan untuk hari berikutnya, sebelum akhirnya hari pertama Motivation Day ditutup dengan doa.

 

Hari pertama ini bukan hanya tentang mendengar bagaimana kehidupan kuliah nantinya. Dari berbagai cerita yang kami dengar, kami mulai melihat setiap orang memiliki jalan yang berbeda. Ada yang sudah tahu apa yang ingin dikejar, ada yang sempat mengalami kegagalan, dan ada juga yang justru menemukan kesempatan dari sesuatu yang tidak pernah direncanakan.

Mungkin kami belum tahu akan berakhir di mana. Namun, setidaknya hari ini membuat kami mulai memikirkan satu hal, masa depan memang belum pasti, tetapi langkah untuk mempersiapkannya sudah bisa dimulai sekarang.


Kontributor: Yemima Candice Widjaya (murid kelas 12 SMA RC)


Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?