- Diposting oleh : SMA Regina Caeli
- pada tanggal : Oktober 16, 2026
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun, ada ironi yang masih kita temui, ketika sebagian orang kesulitan mendapatkan makanan yang cukup dan bergizi, sebagian lainnya justru membuang makanan yang masih layak dikonsumsi. Hal ini menunjukkan persoalan pangan bukan hanya tentang ketersediaan makanan, melainkan juga bagaimana kita menghargai dan memanfaatkannya.
Permasalahan ini masih menjadi perhatian di Indonesia. Pada 2025, Badan Pangan Nasional mencatat sekitar 152,3 ton pangan telah berhasil diselamatkan dan disalurkan kepada lebih dari 211 ribu penerima manfaat hingga akhir September. Capaian ini menunjukkan pangan berlebih yang masih layak dikonsumsi dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Upaya tersebut mengingatkan kita bahwa pengelolaan pangan perlu terus diperbaiki agar semakin banyak makanan tidak berakhir sebagai sampah.
Pemborosan pangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membeli makanan secara berlebihan, mengambil porsi terlalu banyak atau membiarkan bahan makanan rusak karena tidak disimpan dengan baik. Padahal, setiap makanan membutuhkan sumber daya dan tenaga untuk sampai ke meja makan. Ketika makanan dibuang, bukan hanya makanan itu yang terbuang, melainkan juga air, energi, biaya, dan kerja keras orang-orang yang terlibat dalam proses produksinya.
Mengatasi masalah ini membutuhkan kepedulian bersama. Kita
dapat memulainya dengan mengambil makanan secukupnya, membeli sesuai kebutuhan,
dan menyimpan bahan pangan dengan benar. Sekolah juga dapat mengadakan gerakan
mengurangi sisa makanan di kantin. Sementara itu, pemerintah dan pelaku usaha
perlu memperkuat distribusi serta menyalurkan makanan berlebih yang masih aman
dikonsumsi. Dengan langkah yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten,
kebiasaan menghargai pangan dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Pangan seharusnya tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga kesempatan untuk mengubah cara kita memandang makanan. Menghargai pangan berarti menghargai kerja keras petani, menjaga lingkungan, dan peduli terhadap sesama. Pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya tentang seberapa banyak makanan yang dapat dihasilkan, melainkan juga bagaimana kita memastikan makanan tersebut dimanfaatkan dengan bijak dan tidak terbuang sia-sia.
Kontributor: Ms. Ika (Guru Biologi SMA RC)
